Kegiatan

INSAN ANTARA BERDONOR DARAH UNTUK SESAMA

INSAN ANTARA BERDONOR DARAH UNTUK SESAMA
Sebanyak 66 pegawai Kantor Berita ANTARA mendaftar mengikuti kegiatan donor darah yang digelar di Ruang Serbaguna Adhiyana, Wisma Antara, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (30/6). 

Dari jumlah tersebut, 40 peserta dinyatakan lolos skrining dan telah mendonorkan darahnya, sementara sisanya belum memenuhi kriteria karena sejumlah alasan keamanan kesehatan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko LKBN ANTARA Aria Bimo Setyo Pramono mengatakan kegiatan donor darah ini menjadi agenda rutin yang dirasakan langsung manfaatnya oleh tim kerjanya.

"Donor darah jadi kegiatan rutin. Personal saya rasakan manfaat donor darah, biasanya satu tim saya setiap hadir. Kalau ANTARA adakan rutin dan sosialisasi masif, bagus untuk karyawan. Terima kasih, semoga tambah banyak kantong darahnya," kata Bimo.

Sementara itu, dokter penanggung jawab Klinik ANTARA, dr. Maria Ulfa, menjelaskan kegiatan donor darah di lingkungan ANTARA mulai digalakkan sejak 2024 dengan frekuensi satu kali dalam setahun. Pada 2026, ANTARA berencana menggelar kegiatan serupa hingga tiga kali.

"Sebelumnya itu memang setahun sekali. Tapi rencananya setahun ini, setahun ada tiga kali. Diagendakan seperti itu setiap tahunnya," ujar Maria.

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan inisiatif internal ANTARA sebagai bentuk kontribusi sosial perusahaan. Sasaran kegiatan ini mencakup seluruh pegawai pusat beserta anggota keluarga yang memenuhi syarat.

"Sasarannya seluruh pegawai pusat, keluarga juga boleh kalau memang memenuhi syarat. Harapannya kegiatan ini bisa terus berlangsung, karena selain kita bisa membantu sesama, juga bermanfaat untuk kesehatan dari para pendonor," kata Maria.

Kegiatan donor darah ini bekerja sama dengan PMI Jakarta Pusat. Petugas PMI Jakarta Pusat, dr. Rahmat, membagikan sejumlah tips agar calon pendonor dapat lolos proses skrining dan kondisi tubuh tetap fit usai mendonor.

Ia menyebut tidur cukup menjadi syarat utama yang wajib dipenuhi sebelum donor darah. "Persiapan sebelum donor itu tidur cukup, itu wajib. Minimal 4-5 jam tidur, tapi kalau bisa 6-8 jam itu lebih baik," kata Rahmat.

Selain tidur, sarapan sebelum donor juga disebutnya penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. "Sarapan itu bisa membuat tensi jadi lebih baik, kemudian bisa mencegah juga risiko penurunan kesadaran, pingsan, atau kondisi shock hypovolemic yang bisa timbul akibat tensi yang rendah," ujarnya.

Rahmat juga menyarankan calon pendonor memperhatikan asupan gizi guna menjaga kadar hemoglobin (HB) tetap baik. "Usahakan minimal 3 hari atau seminggu sebelumnya itu makan-makanan yang berisi protein, sayuran hijau, daging merah," katanya.

Ia mengingatkan, konsumsi obat-obatan tertentu seperti antibiotik dapat menjadi penghalang seseorang untuk mendonorkan darah. 

"Antibiotik itu tidak diperbolehkan untuk donor di hari itu, karena bisa menyebabkan resistensi untuk penerima darah nantinya. Diusahakan satu minggu sesudah minum antibiotik, baru boleh donor," ujarnya.

Kondisi tubuh yang fit, lanjut Rahmat, menjadi syarat mutlak terakhir yang harus dipenuhi calon pendonor. 

"Pastikan sebelum donor itu kondisi harus fit. Jadi kalau lagi pusing, batuk pilek, demam, itu usahakan jangan donor dulu. Kita harus memberikan darah yang terbaik untuk pasien," katanya.

Melalui kegiatan donor darah rutin ini, ANTARA berharap dapat terus berkontribusi memenuhi kebutuhan stok darah nasional sekaligus mendorong budaya hidup sehat di kalangan pegawainya.

(Andi Firdaus/Cathelya/Sekretariat Perusahaan)