Artikel
KANTOR BERITA ANTARA DORONG PERGURUAN TINGGI PERKUAT TATA KELOLA ARSIP DIGITAL
- 05 Juli, 2026
- 410 Kali
- Download
Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Jawa Timur mendorong perguruan tinggi memperkuat tata kelola arsip digital sebagai bagian dari upaya menjaga akuntabilitas, kredibilitas informasi, sekaligus mendukung pelestarian memori institusi di era transformasi digital.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Biro LKBN ANTARA Jawa Timur Abdul Malik Ibrahim dalam Workshop Tata Kelola Arsip Digital yang digelar di Gedung Prajnaparamita Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung, Jawa Timur, Rabu.
Menurut Abdul Malik, arsip digital bukan lagi sekadar kumpulan dokumen, melainkan aset strategis yang menjadi rujukan utama dalam proses akademik, penelitian, pelayanan publik hingga penyelesaian persoalan hukum.
"Di dunia media, arsip adalah sumber kebenaran. Ketika muncul perbedaan informasi atau sengketa pemberitaan, arsip menjadi rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip yang sama juga perlu diterapkan di perguruan tinggi," ujarnya.
Ia menegaskan pengelolaan arsip digital harus dibangun dengan prinsip akurasi, autentisitas, keamanan, dan kemudahan akses. Tanpa tata kelola yang baik, dokumen digital berisiko hilang, rusak, bahkan kehilangan nilai pembuktiannya.
Abdul Malik menjelaskan ANTARA telah menjalankan transformasi digital dalam pengelolaan arsip dan sistem pemberitaan secara bertahap sejak puluhan tahun lalu.
Proses digitalisasi berkembang dari sistem manual menjadi platform terintegrasi yang mendukung seluruh alur produksi berita, mulai dari perencanaan liputan, pengolahan konten, distribusi hingga penyimpanan arsip digital.
Saat ini, ANTARA mengoperasikan ANTARA Virtual Office System (AVOS) yang mengintegrasikan berbagai fungsi organisasi, mulai operasional pemberitaan, administrasi, keuangan, sumber daya manusia hingga manajemen aset dalam satu ekosistem digital.
Di bidang redaksional, sistem tersebut didukung Sistem Perencanaan Pemberitaan dan Monitoring Terpadu (SP2MT) serta Newsroom Content Management System (CMS), sehingga seluruh proses produksi berita terdokumentasi dan mudah ditelusuri kembali.
"Digitalisasi bukan hanya mengubah media penyimpanan dari kertas menjadi elektronik. Yang jauh lebih penting adalah membangun sistem yang menjamin setiap informasi terdokumentasi, mudah dicari kembali, aman, dan memiliki nilai pertanggungjawaban," katanya.
Ia menambahkan kekuatan arsip juga menjadi bagian penting dalam menjaga sejarah bangsa. ANTARA, misalnya masih menyimpan berbagai arsip foto bersejarah, termasuk dokumentasi Perobekan Bendera di Hotel Yamato Surabaya yang hingga kini menjadi referensi berbagai penelitian maupun publikasi sejarah.
Karena itu, perguruan tinggi diharapkan mulai membangun budaya pengelolaan arsip digital secara sistematis agar seluruh dokumen akademik, hasil penelitian, hingga kebijakan kelembagaan dapat tersimpan secara berkelanjutan dan menjadi sumber informasi yang kredibel bagi generasi mendatang.
"Arsip bukan hanya menyimpan masa lalu, tetapi menjadi investasi pengetahuan untuk masa depan. Semakin baik tata kelola arsip digital, semakin kuat pula akuntabilitas dan reputasi sebuah institusi," ucap Abdul Malik.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Artikel ini telah diunggah di portal Antaranews Jawa Timur pada Rabu, 1 Juli 2026 17:18 WIB dan dapat diakses melalui tautan ini .
(Cathelya/Sekretariat Perusahaan)
