Artikel

PAMERAN FOTO INDONESIA-KORSEL MAMPU HADIRKAN SEMANGAT POSITIF

PAMERAN FOTO INDONESIA-KORSEL MAMPU HADIRKAN SEMANGAT POSITIF
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyampaikan bahwa kolaborasi Indonesia dan Korea Selatan melalui pameran foto bertajuk “My Wish, Our Wish: Road to Freedom” dapat menghadirkan semangat positif bagi masyarakat Indonesia.

“Kita harus ingat hubungan kedua negara dibangun di tempat yang pantas yaitu di tempat ini, gedung bersejarah, jadi bukan sekedar acara seremoni, tapi kita harus melihat makna dibalik acara yang menghadirkan semangat Korea, karena semangat kerja kerasnya,” ujar Benny dalam sambutan di kompleks ANTARA, Jakarta, Rabu.

Dia terkesan dengan semangat masyarakat Korea Selatan yang tak mengenal waktu dalam berkarya. Dia juga menyerukan insan ANTARA agar dapat mengilhami budaya dan semangat masyarakat Korea.

Gelaran yang memamerkan foto tokoh pejuang kemerdekaan Korea Selatan Kim Koo serta foto rekaman peristiwa acara pembacaan Proklamasi Kemerdekaan koleksi Galeri Foto Jurnalistik ANTARA itu diharapkan mampu mengajak generasi masa kini untuk melihat kembali sejarah masa lalu serta dapat menjadi inspirasi dalam berkarya pada masa sekarang.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Kebudayaan Fadli Zon mendukung pameran foto yang digelar 12 Agustus hingga 31 Agustus 2026 yang merupakan upaya menghidupkan kembali sejarah bangsa.

“Kementerian Kebudayaan mendukung kegiatan-kegiatan yang terutama menghadirkan arsip sejarah termasuk foto-foto dan juga dokumen-dokumen manuskrip dan saya kira itu bagian dari upaya kita untuk terus mengingat tentang masa lalu,” ujar Fadli Zon.

Perum LKBN ANTARA bekerja sama dengan KCCI menggelar pameran foto bersama “My Wish, Our Wish: Road to Freedom” yang memamerkan foto mengenai kontribusi pejuang kemerdekaan Korea Selatan Kim Koo sekaligus peringatan resmi 150 tahun kelahirannya.

Selain itu juga dipamerkan 13 foto koleksi peristiwa acara pembacaan Proklamasi Kemerdekaan RI milik Galeri Foto Jurnalistik ANTARA dan Yayasan Bung Karno.

Lima foto tambahan dari Yudhi Soejoatmodjo melengkapi catatan visual peristiwa bersejarah itu, dengan urutan yang disesuaikan dengan narasi dalam buku "Sudiro : Pejuang Tanpa Henti karya Soebagijo I.N".

Pameran itu bertujuan merefleksikan makna perjuangan dan kemerdekaan melalui perspektif sejarah lintas budaya serta menghubungkan semangat perjuangan Pahlawan Nasional Indonesia dengan warisan pemikiran Kim Koo, tokoh kemerdekaan Korea yang telah diakui UNESCO.

Acara ini diharapkan menjadi ruang dialog dan inspirasi bagi generasi muda tentang arti kebebasan dan pengorbanan.

Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026

Artikel ini telah diunggah di portal Antaranews pada Rabu, 12 Agustus 2026 19:20 WIB dan dapat diakses melalui tautan ini .

(Cathelya/Sekretariat Perusahaan)