Artikel

LKBN ANTARA JADI TUAN RUMAH FORUM ASIANET DI BALI

LKBN ANTARA JADI TUAN RUMAH FORUM ASIANET DI BALI
Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Mayong Suryo Laksono saat membuka Asianet Board Meeting di Kabupaten Badung, Selasa (18/11/2022). ANTARA/Mohamad Al Kahfie Kamaru

Setelah terkendala pandemi COVID-19 dalam dua tahun terakhir, forum pertemuan AsiaNet kembali digelar secara langsung, sebagai forum yang diisi 14 kantor berita di kawasan Asia Pasifik. Pertemuan terakhir dilangsungkan di China pada 2019.

Dalam pertemuan bertajuk "AsiaNet Board Meeting" di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, 18-19 Oktober 2022 itu, Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA kembali ditunjuk sebagai tuan rumah. Sebelumnya, ANTARA juga menjadi tuan rumah pada 2017 yang juga diselenggarakan di Bali.

Ke-14 jaringan kantor berita dalam AsiaNet adalah Medianet (Australia), United News of Bangladesh (Bangladesh), Xinhua News Agency (China), New China News (Hongkong), Presss Trust of India (India), ANTARA News (Indonesia), Kyodo News (Jepang), Bernama News (Malaysia/Singapura), Medianet (Australia), Pakistan Press International (Pakistan), Philippines News Agency (Filipina), Yonhap News Agency (Korea Selatan), Infoquest (Thailand), dan Vietnam News Agency (Vietnam).

Pertemuan "AsiaNet Board Meeting" di Bali itu banyak membahas mengenai tantangan bisnis di tengah kemunculan media baru yang hadir belakangan.
"Tantangan tahun-tahun ke depan akan lebih berat karena media baru bermunculan, dan kita tidak lagi bisa mengandalkan cara bekerja atau menjalankan bisnis dengan cara kemarin belakangan," kata Anggota Dewan Pengawas Perum LKBN ANTARA Mayong Suryo Laksono (18/10/2022).

Mayong Suryo Laksono menjelaskan bahwa berdasarkan diskusi forum AsiaNet menunjukkan bahwa minat, preferensi, dan cara pandang masyarakat terhadap media telah berubah.

Masyarakat kini tak lagi mengonsumsi informasi maupun berita dari satu atau dua platform, melainkan multiplatform sehingga dituntut kreatifitas tiap negara dalam mendayagunakan sosial media, mengemas produk informasi dalam wadah berbeda seperti FaceBook, Twitter, Instagram, TikTok maupun alternatif lainnya.

Dalam pertemuan hari pertama (18/10) di Pulau Dewata itu sempat disinggung soal upaya Vietnam yang menggunakan sosial media TikTok untuk diseminasi informasi dan berhasil setidaknya untuk menggaet pembaca kalangan muda.

"Kita menyongsong era baru, bagaimana memperbaharui cara bekerja dan strategi bisnis di era perubahan yang tidak ada seorang pun bisa memprediksi apa yang akan terjadi lima sampai 10 tahun yang akan datang," ujar Mayong.

Lebih dari itu, ke-14 kantor berita di Asia Pasifik itu membahas soal kondisi naik dan turunnya perusahaan semasa pandemi COVID-19, dari mengatasi persoalan dua tahun terakhir hingga upaya kerja keras untuk memulihkan pendapatan satu tahun ini.

Mayong yang mantan anggota Komisi Penyiaran Indonesia itu juga menyampaikan bahwa Perum LKBN ANTARA turut membagi pengalaman sebagai media yang tidak hanya mendasarkan pada area bisnis informasi, namun beraneka macam cara.

"Jasa komunikasi tidak hanya jasa informasi, ANTARA punya kekuatan menjual data bisnis, ini yang coba diceritakan kepada kawan-kawan negara lain untuk mencoba barangkali cara yang ditempuh Antara bisa dilakukan di negara lain. Jadi harus ada pendekatan ke otoritas perbankan maupun keuangan misalnya," ujarnya.


Pemain Global

Setelah menutup pertemuan itu, Direktur Komersil dan Pengembangan Bisnis Perum LKBN ANTARA Hempi Nartomo Prajudi menyatakan bahwa pihaknya mendukung forum AsiaNet agar terus berkembang dari segi bisnis hingga menjadi pemain global untuk siaran pers.

"Kita berharap dan mendukung AsiaNet bisa jadi pemain global, karena saat ini ada tiga pemain global yang cukup besar seperti PR Newswire, Business Newswire dan Notified, kita bercita-cita jadi salah satu atau ada di rangking empat global," katanya (19/10/2022).

Total jumlah press release ke-14 kantor berita lebih dari 10.000 selama satu tahun. "Terbesar dari Kyodo News (Jepang), kalau nominal ini mungkin sekitar 785 ribu dolar Amerika untuk setahun terakhir," kata Hempi.

Jumlah siaran pers ini meningkat terutama dalam tiga tahun terakhir, yaitu 8.000 ribu pada 2020 dan 9.000 pada 2021, target untuk mencapai 11.000 siaran pers hingga penghujung 2022 juga masih terbuka. 

Forum melihat bahwa angka ini tidak terlalu mencolok, menjadi bukti bahwa selama pandemi siaran pers masih banyak dibutuhkan perusahaan.

Saat ini, LKBN ANTARA juga telah memulai upaya pemanfaatan sosial media menggunakan platform Instagram untuk mendekati Generasi Z, yang menurut diskusi forum AsiaNet ini yang menjadi tantangan bagi komersial untuk dapat beradaptasi.

"ANTARA sudah mulai dengan Instagram, kemudian mulai melihat TikTok, namun belum karena masih kita pelajari dan kalau memungkinkan. Kami sejalan dengan kebijakan sebagai kantor berita, jadi tergantung itu dan permintaan pelanggan," ujar Hempi setelah menutup Asianet Board Meeting.

Yang jelas, kata dia, LKBN ANTARA akan terus mencari platform baru untuk distribusi, karena sebuah media akan semakin baik apabila distribusi-nya lebih luas, ditambah dengan adanya perubahan generasi ke generasi nantinya.

Dalam pertemuan itiu, Hempi mengaku telah mendiskusikan cara tiap-tiap negara jaringan untuk mengembangkan bisnis-nya sehingga nantinya berpotensi untuk menjadi pemain global. 

"Pertemuan ini lebih ke arah saling memperkuat konsorsium, membuat bisnis bersama sehingga kita bersama-sama bisa menjadi pemain global dalam hal siaran pers dan ini yang bisa kita lakukan bersama," ujarnya.

(*/Ni Putu Putri Muliantari/Edy/hendi/sekretariat perusahaan)