Artikel

REFINITIV DAN LKBN ANTARA TEKANKAN PENTINGNYA REGULASI PRIVASI DATA

REFINITIV DAN LKBN ANTARA TEKANKAN PENTINGNYA REGULASI PRIVASI DATA
CEO GDP Venture On Lee (kiri kedua), perwakilan PPATK Ferti Srikandi Sumanthi (kanan kedua), dan Ketua Dewan Pengawas LKBN ANTARA Widodo Muktiyo (kanan) menjadi narasumber dalam diskusi Refinitiv hasil kolaborasi dengan LKBN Antara bertajuk "RegTech & Data Privacy" diikuti para praktisi di Hotel Fairmont Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2022), (ANTARA/Livia Kristianti)

Refinitiv, perusahaan penyedia data pasar finansial, bersama Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara menggelar diskusi bertajuk "RegTech & Data Privacy" untuk menekankan pentingnya privasi data dan pemanfaatan Regulatory technology (RegTech).

Membuka acara tersebut, Ketua Dewan Pengawas LKBN Antara Widodo Muktiyo mewakili Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G.Plate, menyatakan bahwa RegTech atau regulasi terkait teknologi perlu dihadirkan guna melindungi privasi data dalam ekosistem digital.

"Terkait privasi data dan regulasinya, kehadiran regulasi menumbuhkan kepercayaan dan keyakinan setiap pihak di dalam ekosistem digital terutama individu sebagai konsumen," ujar Widodo di Jakarta, Kamis.

Pria yang juga berperan sebagai Staf Ahli Menteri Kominfo itu juga menyebutkan fakta-fakta berdasarkan studi mengenai masyarakat yang mulai peduli terhadap pemanfaatan data.

Dalam paparannya ia menyebut 74 persen masyarakat Indonesia khawatir terhadap penggunaan data setelah diserahkan kepada pengelola data.

Bahkan 46 persen masyarakat merasa tidak bisa melindungi data pribadi. 

Untuk mengakomodir kekhawatiran tersebut, maka di 2022 akhirnya Indonesia meresmikan regulasi khusus untuk perlindungan data pribadi yakni UU nomor 27 tahun 2022.

"Kehadiran Undang-Undang PDP nomor 27 tahun 2022 merupakan pencapaian bagi Indonesia dan memberikan kejelasan bagi masyarakat untuk perlindungan data pribadinya," ujar Widodo.

Mendorong semangat yang sama agar privasi data bisa dinilai penting, lewat perhelatan Presidensi G20 Indonesia hal serupa disuarakan lewat Digital Economy Working Group (DEWG) yang dipimpin oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Diskusi dalam DEWG G20 tidak hanya berlangsung antar negara tapi juga dengan akademisi, organisasi masyarakat, serta pelaku usaha dilakukan agar mencapai kesepakatan serupa mengenai arus data lintas batas negara.

GM Layanan Data LKBN Antara Julfan Nurhadi juga ikut menyampaikan hadirnya diskusi antara Refinitiv dan LKBN Antara dalam bentuk kegiatan tahunan merupakan upaya untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya privasi data.

"Kami ingin memperlihatkan risiko dari ketika privasi data tidak diutamakan. Mulai dari adanya risiko sanksi, risiko pencucian uang, hingga penyuapan," ujar Julfan.

Lebih lanjut ia mengatakan, "Maka dari itu kami juga mengangkat tema diskusi mengenai RegTech sebagai solusi teknologi dalam hal pengawasan yang lebih efisien untuk menjaga privasi data sehingga para praktisi bisa mengembangkan bisnisnya dengan lebih baik."

Pewarta: Livia Kristianti
Editor: Alviansyah Pasaribu
(hendi/sekretariat perusahaan)