Artikel

ANTARA PERTAHANKAN SERTIFIKAT SNI ISO37001:2016

ANTARA PERTAHANKAN SERTIFIKAT SNI ISO37001:2016
Perum LKBN ANTARA kembali mempertahankan sertifikat SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) karena dianggap masih memenuhi persyaratan standar terkait praktik pencegahan tindakan suap dan gratifikasi. Hal tersebut berdasarkan surveillance audit yang dilaksanakan oleh auditor dari Sucofindo pada Selasa (29/11).
 
Selama dua hari (28-29/11) Perum LKBN ANTARA menjalani surveillance audit kedua berupa audit pengawasan secara daring (remote audit) tentang penerapan SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) setelah dinyatakan mendapatkan sertifikasi pada tahun 2020. Hasil surveillance audit kedua ini menentukan apakah Antara masih layak mempertahankan sertifikat tersebut.
 
Pada sesi penutupan audit, Ketua Fungsi Kepatuhan Anti Penyuapan (FKAP) Perum LKBN ANTARA Darlim Tampbolon berkomitmen untuk berupaya maksimal dalam menindaklanjuti ketidaksesuaian dari hasil audit dan saran perbaikan agar tingkat kematangan penerapan SMAP Perum LKBN Antara lebih meningkat.
 
Sementara itu auditor eksternal Sucofindo Bibin Jamaludin memaparkan bahwa tidak ada temuan ketidaksesuaian signifikan atas praktik penerapan SMAP di ANTARA dengan standar internasional yang berlaku.
 
"Pada audit kali ini, terdapat 2 ketidaksesuaian minor dan 9 observasi yang bisa menjadi bahan perbaikan bagi ANTARA," kata Bibin.
 
Dalam pemaparan Bibin terdapat beberapa hal yang harus menjadi perbaikan bagi praktik SMAP di ANTARA, yaitu perbaikan sistem serta bukti pelaporan khususnya Tinjauan Dewan Pengarah, Tinjauan Manajemen Puncak, dan Tinjauan Pelaksanan Program FKAP.
 
Hasil audit ini akan dijadikan bahan oleh Sucofindo, sebagai pihak auditor eksternal, untuk memberikan rekomendasi terkait kelayakan ANTARA untuk mempertahankan sertifikat SNI ISO 37001:2016 Sisem Manajemen Anti Penyuapan.
 
(Hamid/Cathelya/Serketariat Perusahaan)