Artikel

ANTARA SERUKAN KERJA SAMA MEDIA INDONESIA-CHINA BANGUN MASA DEPAN

ANTARA SERUKAN KERJA SAMA MEDIA INDONESIA-CHINA BANGUN MASA DEPAN
Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA menyerukan insan media di Indonesia dan China bekerja bersama dalam membangun masa depan dunia yang lebih cerah.

"Dua negara sangat perlu membangun kemitraan yang mendalam dengan perasaan yang tulus dan bisa dirasakan masyarakat tingkat bawah. Media di kedua negara harus terus meningkatkan kerja sama untuk membangun masa depan yang lebih baik lagi," kata Kepala LKBN ANTARA Biro Beijing, M. Irfan Ilmie, saat berpidato dalam acara "Global Trade Media Forum" di Kota Haikou, Provinsi Hainan, China, pada 27 Desember 2022.

Menurut dia, Indonesia dan China sama-sama negara berkembang terbesar di dunia. Keduanya juga sama-sama memiliki pasar ekonomi yang terus berkembang.

"Kerja sama Indonesia dan China tidak hanya demi kepentingan kedua negara dan kepentingan kedua rakyatnya, melainkan juga harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat regional dan global," katanya dalam sambutan yang disampaikan dalam bahasa Inggris tersebut.
 
Terkait dengan perdagangan bebas, hampir semua media di Indonesia, termasuk ANTARA sangat mendukung program tersebut.
"Perdagangan bebas global tidak hanya menjadi tantangan baru bagi dunia, melainkan juga peluang yang sangat besar bagi ANTARA," ucapnya seraya mencontohkan berbagai model kerja sama yang dilakukan ANTARA dengan berbagai media internasional, termasuk dengan Kantor Berita Xinhua.

Forum tersebut digelar oleh Hainan Daily Press Group dan Hainan Brodcasting Station atas arahan dan dukungan dari otoritas Provinsi Hainan dan Kota Haikou.

Pejabat Kementerian Informasi Kamboja Ken Gunava, Mantan Duta Besar China untuk ASEAN yang kini menjabat Wakil Ketua Asosiasi Humas China Yang Xiuping, Direktur Lembaga Jurnalistik dan Komunikasi pada Chinese Academuy of Social Science Hu Zhengrong, anggota Komite Dewan Pakar Konstruksi Kawasan Perdagangan Bebas Hainan Zhao Jinping, dan Wakil Kepala China Foreign Languages Publishing Administratoion Chen Shi juga menyampaikan paparannya dalam acara yang dihadiri ratusan jurnalis, pengelola media, akademisi, dan pejabat dari berbagai tingkatan di China itu.

Acara tersebut juga diisi dengan diskusi secara terbuka tentang pesatnya perkembangan media sosial di China. "Global Trade Media Forum" merupakan yang kedua kalinya digelar di pulau tropis di wilayah selatan daratan Tiongkok tersebut.
Acara tersebut pertama kali digelar di Kota Sanya, Provinsi Hainan, pada tahun 2019.

Hainan telah ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas. Di pulau yang luasnya 33.920 kilometer persegi atau sekitar enam kali lipat luas Pulau Bali itu juga telah ditetapkan sebagai kawasan bebas pajak barang-barang internasional sehingga warga China yang ingin membeli barang-barang "branded" tanpa dikenai pajak tidak perlu lagi ke Hong Kong atau negara tempat asal barang tersebut diproduksi. (*)  

(m.irfan ilmie/hendi/sekretariat perusahaan)