Kegiatan

KANTOR BERITA ANTARA BERANGKATKAN TIM LIPUTAN KHUSUS BERITAKAN KEBANGKITAN SUMATERA

KANTOR BERITA ANTARA BERANGKATKAN TIM LIPUTAN KHUSUS BERITAKAN KEBANGKITAN SUMATERA
Kantor Berita ANTARA memberangkatkan empat tim liputan khusus berita untuk memberitakan seluruh upaya pemerintah serta masyarakat Indonesia dalam mempercepat rehabilitasi pasca bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh Tamiang.
 
Tim peliputan ANTARA yang terdiri dari 15 pewarta teks, foto, video dan media sosial akan berfokus di 15 (lima belas) titik krusial dari total 52 (lima puluh dua) kabupaten terdampak bencana, yang mencakup 7 titik di Aceh, 5 titik di Sumatera Utara, dan 3 titik di Sumatera Barat selama 10 hari. Tim ini juga akan didukung oleh Kantor Berita Biro Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
 
Peliputan khusus ini merupakan kontribusi nyata ANTARA untuk terus menyampaikan progres perbaikan dan rekonstruksi infrastruktur Sumatera yang terus bangkit dari keterpurukan akibat bencana. 
ANTARA mengusung kampanye #ANTARAkabarkanbangkitSumatera yang menggambarkan semangat dan optimisme pewarta ANTARA dalam menyampaikan berita baik dari Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh Tamiang pasca bencana. Kampanye akan berlangsung selama 3 (tiga) bulan sesuai dengan tahapan rencana penugasan peliputan tim liputan khusus pada Januari hingga Maret 2026. 
 
Hadir untuk menyampaikan sambutan dalam acara pelepasan tim liputan khusus di Galeri 2 ANTARA Heritage Center, Jakarta, Sekjen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si. (via zoom); Ibu Wida Nurfaid, S.T, M.T. selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (via zoom); Direktur Perum LKBN ANTARA Bapak Benny Siga Butar Butar; serta jajaran Direksi Perum LKBN ANTARA.
 
Benny Siga Butar Butar menegaskan bahwa ANTARA harus menjadi mercusuar harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Benny berharap tim ini mampu mengisi ruang informasi dengan bukti nyata kerja pemerintah di lapangan sehingga tidak didominasi oleh informasi yang tidak akurat.

"Tim yang ada di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat akan kita deploy, 15 orang ini akan bekerja penuh 10 hari di daerah-daerah yang sudah kita rancang, di titik-titik yang banyak pulihnya, boleh dikatakan masih terisolir," ujar Benny.
 
Benny berharap liputan ini menjadi bukti sejarah bahwa ANTARA adalah kantor berita negara yang mampu memberikan pencerahan di tengah situasi krisis.

 Sekjen Kemendagri Komjen. Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, M.Si. memaparkan bahwa sejak awal bencana, Presiden Prabowo telah berulang kali meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan percepatan penanganan. Saat ini, lebih dari 1.300 personel Kementerian PU telah dikerahkan untuk memulihkan infrastruktur vital, termasuk perbaikan jembatan dan penyaluran bantuan rumah sebesar Rp15 juta untuk rusak ringan dan Rp30 juta untuk rusak berat.
 
"Kita bersama-sama di sini untuk mewakili pemerintah dalam bidang pemberitaan. Harapannya ada pemberitaan yang berimbang dan pemberitaan masif ini akan menenenangkan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah," ungkap Tomsi.
 
Tomsi berharap tim ANTARA dapat membantu sosialisasi skema bantuan pemerintah agar masyarakat lebih tenang dan tercipta hubungan yang lebih harmonis antara pemerintah dan warga terdampak. Tomsi juga berharap tim ANTARA dapat bergabung dengan Satgas Kewilayahan untuk meluruskan persepsi publik di media sosial.
 
Sekjen Kementerian Pekerjaan Umum Wida Nurfaid, S.T, M.T. mengatakan bahwa pemerintah melalui kementerian teknis seringkali memiliki keterbatasan dalam menyuarakan hasil kerja di lapangan. ANTARA hadir untuk menyuarakan upaya nyata pemerintah, seperti dukungan alat berat, penanganan saluran irigasi, pembersihan fasilitas kesehatan, dan pembuatan saluran sanitasi berupa sumur bor dangkal yang dilakukan personel yang sudah hadir di lokasi terdampak.
 
Wida berpesan agar tim ANTARA dapat membantu warga dalam mendapatkan informasi valid di tengah kesimpangsiuran. Wida juga menekankan bahwa program ini diharapkan menjadi instrumen kontrol sosial untuk mengetahui kebutuhan nyata masyarakat dan memastikan distribusi di lapangan berjalan dengan transparan dan tepat sasaran.
 
Wida menekankan pentingnya koordinasi antara pewarta ANTARA yang bertugas dengan satgas dan tim lapangan, terutama untuk memastikan keselamatan dan kondisi fisik pewarta.
 
“Mohon terus berkoordinasi dengan petugas kami, terutama posko pusat, terkait zona merah atau wilayah rawan,” ujar Wida.
 
Pelepasan ditandai dengan pemasangan jaket kepada pewarta yang akan berangkat ke lokasi terdampak, yang diwakili oleh Harianto (pewarta teks), Indrianto (pewarta foto), Suci Nurhaliza Hermawati, (pewarta video) Nada Ignacia Dewi (tim media sosial) oleh jajaran direksi ANTARA.
 
ANTARA menjadi salah satu mitra strategis untuk Kementerian Informasi dan Digital serta pemerintah pusat dengan menyediakan berita-berita terkini serta mendokumentasikan setiap progres pembangunan dan momen penting negara untuk di sampaikan kepada masyarakat dan dunia. Dengan ekosistem dan layanan distribusi berita yang telah bersinergi, ANTARA secara bertahap akan mengirimkan tim peliputan khusus dan menyiarkan berita kebangkitan Sumatera pasca bencana.
 
(Sekretariat Perusahaan)